Teks prosedur dapat
berupa teks yang menunjukkan sebuah proses dalam membuat atau mengoperasikan
sesuatu. Teks prosedur berfungsi untuk menggambarkan sesuatu dikerjakan melalui
langkah-langkah yang tertentu. Pada dasarnya, teks prosedur mempunyai struktur
sebagai berikut.
1.
Tujuan :
berisi tujuan dari teks (terkadang berupa judul). Dari teks prosedursubbab A,
anda dapat mengetahui tujuannya, yaitu “menjelaskan cara pendaftaran siswa baru
secara online”.
2.
Langkah-langkah : berisi tata
urutan/cara dalam membuat atau melakukan sesuatu dalam teks prosedur. Dalam
langkah-langkah pembuatan, biasanya menggunakan kata sambung seperti pertama,
kemudian, setelah itu, akhirnya.
3.
Bahan : berisi bahan-bahan yang
digunakan dalam membuat benda/sesuatu. Namun perlu diperhatikan, terkadang
dalam teks prosedur bahan-bahan yang digunakan tidak disebutkan, tetapi
disebutkan langsung pada proses. Contohnya: formulir pendaftaran dalam proses
mendaftar di suatu sekolah.
Terdapat tiga kategori
pembahasan pada isi suatu teks prosedur kompleks.
a.
Teks yang berisi cara-cara menggunakan
alat, benda, ataupun perangkat lain yang sejenis. Contohnya, cara menggunakan
komputer dan cara mengendarai mobil secara manual.
b.
Teks yang berisi cara-cara melakukan
suatu aktivitas. Contohnya, cara-cara melamar pekerjaan, cara membaca buku
secara efektif, cara-cara berolahraga untuk penderita sakit jantung.
c.
Teks yang berisi kebiasaan-kebiasaan
atau sifat-sifat tertentu. Contohnya, cara-cara menikmati hidup, dan cara-cara
melepaskan kebosanan.
d.
Penutup diisi dengan kalimat-kalimat
yang seperlunya, tidak berupa kesimpulan. Bahkan, dalam contoh di atas penutup
itu seperlunya saja, yakni terdiri atas dua kalimat. Seolah-olah kalimat
tersebut hanya berfungsi sebagai penanda bahwa teks itu sudah selesai.
2. Kaidah Teks Prosedur
Kompleks
Berikut beberapa kaidah
yang berlaku pada teks prosedur kompleks.
a.
Oleh karena merupakan petunjuk, di dalam
teks prosedur kompleks banyak dijumpai kalimat perintah. Bahkan, dalam contoh
di atas, kalimat perintah itu pun digunakan sebagai anak judul, yakni sebagai
berikut.
1)
Bacalah peluang kerja
2)
Carilah informasi sebanyak-banyaknya
3)
Kesan pertama harus menggoda
4)
Jangan asal
5)
Tak perlu muluk-muluk
6)
Perlu produktivitas tinggi
7)
Jangan mudah tergoda
b.
Konsekuensi dari penggunaan kalimat
perintah, banyak pula pemakaian kata kerja imperatif, yakni kata yang
menyatakan perintah, keharusan, atau larangan. Contoh: bacalah, carilah, harus,
jangan, perlu, tak perlu.
c.
Di dalam teks prosedur kompleks juga
banyak digunakan konjungsi atau kata penghubung yang menyatakan urutan
kegiatan, seperti dan, lalu, kemudian, setelah itu, selanjutnya. Kata-kata
seperti itu hadir, juga sebagai konsekuensi dari langkah-langkah penggunaan
sesuatu yang bersifat kronologis. Akibatnya, teks semacam itu menuntut
kehadiran konjungsi yang bermakna kronologis pula.
d.
Dalam teks yang sejenis, banyak pula
digunakan kata-kata penunjuk waktu, seperti beberapa menit kemudian, setengah
jam. Kata-kata itu terutama banyak digunakan dalam resep makanan.
Mengidentifikasi
Fungsi Kalimat dalam Teks Prosedur
Berdasarkan fungsinya, ada tiga jenis kalimat dalam
pemakaiannya seperti berikut.
1. Kalimat imperatif
atau kalimat perintah
Kalimat imperatif atau perintah adalah kalimat yang
mengandung permintaan agar orang lain melakukan tindakan atau mengambil sikap
tertentu sesuai dengan kata kerja yang dimaksud.
Contoh:
Isi dan serahkan
formulir pendaftaran ke petugas!
2. Kalimat deklaratif
atau kalimat pernyataan
Kalimat deklaratif atau pernyataan adalah kalimat yang
mengandung informasi tentang suatu hal untuk disampaikan kepada orang lain,
agar yang bersangkutan memakluminya.
Contoh:
Proses pendaftaran
siswa baru SMA dilakukan dengan cara online.
3. Kalimat interogatif
atau kalimat tanya
Kalimat interogatif atau tanya adalah kalimat yang berisi
permintaan agar orang lain memberi informasi tentang sesuatu.
Contoh:
Dokumen apa saja yang
harus dibawa ketika mendaftar di sebuah SMA?
No comments:
Post a Comment