Anekdot adalah sebuah cerita singkat dan
lucu atau menarik, yang mungkin menggambarkan kejadian atau orang sebenarnya.
Anekdot bisa saja sesingkat pengaturan dan provokasi dari sebuah kelakar.
Anekdot selalu disajikan berdasarkan pada kejadian nyata melibatkan orang-orang
yang sebenarnya, apakah terkenal atau tidak, biasanya di suatu tempat yang
dapat diidentifikasi. Namun, seiring waktu, modifikasi pada saat penceritaan
kembali dapat mengubah sebuah anekdot tertentu menjadi sebuah fiksi, sesuatu
yang diceritakan kembali tapi "terlalu bagus untuk nyata". Terkadang
menghibur, anekdot bukanlah lelucon, karena tujuan utamanya adalah tidak hanya
untuk membangkitkan tawa, tetapi untuk mengungkapkan suatu kebenaran yang lebih
umum daripada kisah singkat itu sendiri, atau untuk melukiskan suatu sifat
karakter dengan ringan sehingga ia menghentak dalam kilasan pemahaman yang
langsung pada intinya.
Berikut bagian dari
teks anekdot :
Abstraksi adalah bagian di awal paragraf yang
berfungsi memberi gambaran tentang isi teks. Biasanya bagian ini menunjukkan
hal unik yang akan ada di dalam teks.
Orientasi adalah bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang bagaimana peristiwa terjadi. Biasanya penulis bercerita dengan detil di bagian ini.
Krisis adalah bagian dimana terjadi hal atau masalah yang unik atau tidak biasa yang terjadi pada si penulis atau orang yang diceritakan.
Reaksi adalah bagian bagaimana cara penulis atau orang yang ditulis menyelesaikan masalah yang timbul di bagian crisis tadi.
Koda merupakan bagian akhir dari cerita unik tersebut. Bisa juga dengan memberi kesimpulan tentang kejadian yang dialami penulis atau orang yang ditulis.
Orientasi adalah bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang bagaimana peristiwa terjadi. Biasanya penulis bercerita dengan detil di bagian ini.
Krisis adalah bagian dimana terjadi hal atau masalah yang unik atau tidak biasa yang terjadi pada si penulis atau orang yang diceritakan.
Reaksi adalah bagian bagaimana cara penulis atau orang yang ditulis menyelesaikan masalah yang timbul di bagian crisis tadi.
Koda merupakan bagian akhir dari cerita unik tersebut. Bisa juga dengan memberi kesimpulan tentang kejadian yang dialami penulis atau orang yang ditulis.
Contoh anekdot :
***
Seorang Jendral Angkatan Darat bernama AB yang begitu OK ciyeee Sekaligus
menyeramkan sedang duduk ditemani Seorang Jendral Marinir dan Angkatan Laut
Laksamana, duduk untuk membahas siapa Tentara terbaik dan paling berani.
Kemudian Komandan AB berdiri untuk mengumumkan kepada Groupnya " Prajurit
saya paling terbaik di Dunia ".
Dan dua Komandan lainnya pun tidak mau kalah, masing-masing memanggil Prajurit terbaiknya.
Kemudian Komandan AB menyuruh anak buahnya " Aku ingin kalian pergi menuruni Tebing dan berenang di perairan 10 Mil penuh Ikan Hiu dan memanjat Tebing dan kembali dengan membawa sebuah Bola diatas Tebing tersebut! Cepat laksanakan! Bentak Komandan AB kepada Anak Buahnya. Segera kami laksanakan Komandan! Jawab kedua Prajurit tersebut tak mau kalah galaknya.
Kemudian ke dua Prajurit tersebut berenang sambil memukul Off Hiu dengan tangan kosong (keren banget nih Prajurit). Setelah berhasil melewati Ikan Hiu itu, kedua Prajurit tersebut mendaki mencapai Tebing dan berhasil membawa Bola dan kembali turun ke bawah dengan begitu cepat, lalu memberikan Bola tersebut kepada Komandannya (AB).
Ini Komandan kami telah berhasil membawa Bola ini (Dengan bangganya ke dua Prajurit tersebut). Lalu Komandan AB berkata " Kalian memang sangat Gentleman! Tetapi mengapa waktunya begitu cepat dari waktu yang ditentukan? Apakah sepulang dari mengambil Bola, kalian tidak bertemu Ikan Hiu lagi?
Lho! Bagaimana mau bertemu Ikan Hiu lagi, kami kan dari Tebing langsung menggunakan Parasut (ujar kedua prajurit tersebut tanpa rasa bersalah).
Komandan AB : Grrrr! Mengapa kalian membuat malu didepan rekan-rekanku, seharusnya kalian jangan bilang pakai Parasut (Sambil bisik-bisik ditelinga kedua Prajurit tersebut).
Wow! Gimana nih Pak? Katanya kedua Prajurit Bapak terbaik di Dunia? Prajuritnya saja tidak baik, bagaimana dengan Komandannya yah.
Dan dua Komandan lainnya pun tidak mau kalah, masing-masing memanggil Prajurit terbaiknya.
Kemudian Komandan AB menyuruh anak buahnya " Aku ingin kalian pergi menuruni Tebing dan berenang di perairan 10 Mil penuh Ikan Hiu dan memanjat Tebing dan kembali dengan membawa sebuah Bola diatas Tebing tersebut! Cepat laksanakan! Bentak Komandan AB kepada Anak Buahnya. Segera kami laksanakan Komandan! Jawab kedua Prajurit tersebut tak mau kalah galaknya.
Kemudian ke dua Prajurit tersebut berenang sambil memukul Off Hiu dengan tangan kosong (keren banget nih Prajurit). Setelah berhasil melewati Ikan Hiu itu, kedua Prajurit tersebut mendaki mencapai Tebing dan berhasil membawa Bola dan kembali turun ke bawah dengan begitu cepat, lalu memberikan Bola tersebut kepada Komandannya (AB).
Ini Komandan kami telah berhasil membawa Bola ini (Dengan bangganya ke dua Prajurit tersebut). Lalu Komandan AB berkata " Kalian memang sangat Gentleman! Tetapi mengapa waktunya begitu cepat dari waktu yang ditentukan? Apakah sepulang dari mengambil Bola, kalian tidak bertemu Ikan Hiu lagi?
Lho! Bagaimana mau bertemu Ikan Hiu lagi, kami kan dari Tebing langsung menggunakan Parasut (ujar kedua prajurit tersebut tanpa rasa bersalah).
Komandan AB : Grrrr! Mengapa kalian membuat malu didepan rekan-rekanku, seharusnya kalian jangan bilang pakai Parasut (Sambil bisik-bisik ditelinga kedua Prajurit tersebut).
Wow! Gimana nih Pak? Katanya kedua Prajurit Bapak terbaik di Dunia? Prajuritnya saja tidak baik, bagaimana dengan Komandannya yah.
***
Untuk memperingati "Hari Pendidikan Nasional", Presiden Planet
Keron didaulat menjadi guru kehormatan di suatu sekolah dasar unggulan. Sekolah
dasar unggulan ini menjadi tempat belajar bagi siswa-siswa paling cerdas se
antero negeri, tapi IQ yang tinggi mempunyai "cacat bawaan" yaitu
siswa-siswa disini terkenal cerdas tapi bandel (nakal) luar biasa.
Para staff Presiden telah memperingatkan hal ini, tapi Presiden tetap bersikeras mengajar disana karena menurutnya lebih mudah mengajar siswa-siswa cerdas ketimbang siswa biasa. Beliau memilih mata pelajaran Kimia dasar dan pengajaran moral mengenai "Bahaya alkohol bagi kesehatan makhluk hidup", beliau memilih pengajaran praktek langsung. Maka dikumpulkanlah para siswa disuatu Lab Kimia, peralatan uji coba pun telah disiapkan berupa 2 gelas pirex dengan isi berbeda. 1 gelas diiisi air putih biasa, sedangkan gelas lainnya diisi oleh alkohol dengan kadar hampir 100%. Percobaan menggunakan 2 cacing tanah hidup, setelah puas dengan semua persiapan Presiden membuka pengajaran :
Presiden : "Selamat pagi anak-anak !"
Para siswa : "PAGI BAPAK PRESIDEN !!"
Presiden : "Anak-anak, bapak datang kemari kali ini bukan sebagai presiden kalian. Akan tetapi bapak sekarang berperan sebagai guru istimewa kalian, apa kalian mengerti?, kalau mengerti sebut bapak dengan Pak Guru!"
Para siswa: "MENGERTI PAK GURUUUUU !!!"
Presiden/pak guru : "Baiklah mari kita mulai, bapak akan mengadakan sedikit percobaan. Setelah percobaan selesai, coba kalian simpulkan sendiri apa yang bapak coba sampaikan. 2 gelas ini isinya berbeda, gelas nomer 1 berisi air biasa dan gelas nomer 2 berisi alkohol murni, coba kalian perhatikan baik-baik !"
Percobaan dimulai dengan memasukan 1 cacing kedalam gelas yang berisi air, cacing itu menggeliat-geliat didalam air masih tetap hidup.
Para siswa : "OOOHHH!!"
Presiden/pak guru memasukan cacing yang lain kedalam gelas yang berisi alkohol murni, cacing itu meronta-ronta dan akhirnya mati lemas dalam gelas
Para siswa : "WOOOW!!"
Puas dengan reaksi para siswa, Presiden/pak guru mengeluarkan pertanyaan :
Presiden/pak guru: " Nah anak-anak, percobaan telah selesai. Coba diantara kalian apakah ada yang bisa menyimpulkan isi pesan dari percobaan yang baru saja bapak lakukan?!, ada hadiahnya lo bagi yang bisa jawab"
Tiba-tiba dari arah deretan bangku paling belakang, seorang siswa laki-laki langsung berdiri menaiki meja dan mengacungkan jarinya ingin menjawab pertanyaan "pak guru":
Siswa pintar : "SAYA!...SAYA DAPAT JAWAB PAK GURU!!!.....MINUM ALKOHOL DAPAT MENCEGAH KITA CACINGAN !!!"
Presiden/pak guru : "Wadoooh, tobaaattt !!!"
Mendengar jawaban Presiden langsung pingsan, para pengawalnya langsung bergerak menolong dan sebagian lagi sibuk "mengamankan" siswa yang tadi menjawab pertanyaan Presiden.
Para staff Presiden telah memperingatkan hal ini, tapi Presiden tetap bersikeras mengajar disana karena menurutnya lebih mudah mengajar siswa-siswa cerdas ketimbang siswa biasa. Beliau memilih mata pelajaran Kimia dasar dan pengajaran moral mengenai "Bahaya alkohol bagi kesehatan makhluk hidup", beliau memilih pengajaran praktek langsung. Maka dikumpulkanlah para siswa disuatu Lab Kimia, peralatan uji coba pun telah disiapkan berupa 2 gelas pirex dengan isi berbeda. 1 gelas diiisi air putih biasa, sedangkan gelas lainnya diisi oleh alkohol dengan kadar hampir 100%. Percobaan menggunakan 2 cacing tanah hidup, setelah puas dengan semua persiapan Presiden membuka pengajaran :
Presiden : "Selamat pagi anak-anak !"
Para siswa : "PAGI BAPAK PRESIDEN !!"
Presiden : "Anak-anak, bapak datang kemari kali ini bukan sebagai presiden kalian. Akan tetapi bapak sekarang berperan sebagai guru istimewa kalian, apa kalian mengerti?, kalau mengerti sebut bapak dengan Pak Guru!"
Para siswa: "MENGERTI PAK GURUUUUU !!!"
Presiden/pak guru : "Baiklah mari kita mulai, bapak akan mengadakan sedikit percobaan. Setelah percobaan selesai, coba kalian simpulkan sendiri apa yang bapak coba sampaikan. 2 gelas ini isinya berbeda, gelas nomer 1 berisi air biasa dan gelas nomer 2 berisi alkohol murni, coba kalian perhatikan baik-baik !"
Percobaan dimulai dengan memasukan 1 cacing kedalam gelas yang berisi air, cacing itu menggeliat-geliat didalam air masih tetap hidup.
Para siswa : "OOOHHH!!"
Presiden/pak guru memasukan cacing yang lain kedalam gelas yang berisi alkohol murni, cacing itu meronta-ronta dan akhirnya mati lemas dalam gelas
Para siswa : "WOOOW!!"
Puas dengan reaksi para siswa, Presiden/pak guru mengeluarkan pertanyaan :
Presiden/pak guru: " Nah anak-anak, percobaan telah selesai. Coba diantara kalian apakah ada yang bisa menyimpulkan isi pesan dari percobaan yang baru saja bapak lakukan?!, ada hadiahnya lo bagi yang bisa jawab"
Tiba-tiba dari arah deretan bangku paling belakang, seorang siswa laki-laki langsung berdiri menaiki meja dan mengacungkan jarinya ingin menjawab pertanyaan "pak guru":
Siswa pintar : "SAYA!...SAYA DAPAT JAWAB PAK GURU!!!.....MINUM ALKOHOL DAPAT MENCEGAH KITA CACINGAN !!!"
Presiden/pak guru : "Wadoooh, tobaaattt !!!"
Mendengar jawaban Presiden langsung pingsan, para pengawalnya langsung bergerak menolong dan sebagian lagi sibuk "mengamankan" siswa yang tadi menjawab pertanyaan Presiden.
No comments:
Post a Comment