Friday, November 28, 2014

Teks Laporan Hasil Observasi



Teks Laporan Hasil Observasi
Teks laporan hasil observasi adalah laporan yang ditulis berdasarkan kegiatan mengumpulkan fakta-fakta tentang segala hal yang diobservasi/diamati. Teks laporan hasil observasi harus memenuhi beberapa syarat, yaitu jelas, sistematis, lengkap, benar/akurat, dan objektif, agar dapat digunakan sebagai alat komunikasi yang efektif.
Struktur teks laporan hasil observasi:
1.       Pernyataan  umum atau klasifikasi.
2.       Anggota atau aspek yang dilaporkan.
3.       Anggota atau aspek yang dilaporkan.
4.       Anggota atau aspek yang dilaporkan, dan seterusnya.
Struktur teks laporan hasil observasi dapat pula ditulis dengan pernyataan umum atau klasifikasi ^ anggota atau aspek yang dilaporkan. Tanda “^” artinya “diikuti oleh” yang menyatakan urutan tahap pada struktur teks laporan hasil observasi.
Teks laporan hasil observasi disusun oleh banyak kosakata. Kosakata tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan kategorinya, yaitu:
1.       Nomina merupakan kata benda.
2.       Verba merupakan kata kerja.
3.       Adverbia merupakan kata keterangan.
4.       Adjektiva merupakan kata sifat.
5.       Numeralia merupakan kata bilangan.
6.       Kata tugas merupakan kosakata yang berupa preposisi, konjungsi, artikula, interjeksi dan partikel.
Sinonim adalah dua kata atau lebih yang memiliki makna yang sama, sinonim disimbolkan dengan tanda “=”. Sedangkan, antonim adalah kata yang mempunyai makna yang berlawanan. Antonim disimbolkan dengan tanda “x”.
Konjungsi adalah kata tugas yang menghubungkan dua klausa atau lebih dalam kalimat. Contoh konjungsi, yaitu dan, atau, sebagai, tidak hanya .... tetaapi uga dan sebagainya. Adanya konjungsi dalam sebuah kalimat akan mengakibatkan sebuah kalimat menjadi kompleks. Berdasarkan kompleksitasnya, kalimat dapat dibedakan menjadi dua, yaituu:
1.       Kalimat simpleks merupakan kalimat tunggal yang terdiri atas satu verba utama.
2.       Kalimat kompleks merupakan kalimat yang terdiri atas dua kalimat simpleks atau lebih , biasanya dihubungkan dengan konjungsi.
Kalimat definisi merupakan suatu pernyataan yang  berisi makna, pengertian, keterangan, atau ciri-ciri dari objek pokok yang dibicarakan. Kalimat definisi dirumuskan dengan X = Y. X adalah aspek yang dirumuskan, Y adalah definisinya, tanda = adalah penghubung yang berarti adalah, ialah, termasuk, digolongkan, disebut, terdiri atas, dan meliputi. Unsur X dan Y memiliki bobot sama.
Kalimat deskripsi merupakan kalimat yang berisi gambaran sifat-sifat atau ciri-ciri hal pokok yang dideskripsikan.


Teks Anekdot



Anekdot adalah sebuah cerita singkat dan lucu atau menarik, yang mungkin menggambarkan kejadian atau orang sebenarnya. Anekdot bisa saja sesingkat pengaturan dan provokasi dari sebuah kelakar. Anekdot selalu disajikan berdasarkan pada kejadian nyata melibatkan orang-orang yang sebenarnya, apakah terkenal atau tidak, biasanya di suatu tempat yang dapat diidentifikasi. Namun, seiring waktu, modifikasi pada saat penceritaan kembali dapat mengubah sebuah anekdot tertentu menjadi sebuah fiksi, sesuatu yang diceritakan kembali tapi "terlalu bagus untuk nyata". Terkadang menghibur, anekdot bukanlah lelucon, karena tujuan utamanya adalah tidak hanya untuk membangkitkan tawa, tetapi untuk mengungkapkan suatu kebenaran yang lebih umum daripada kisah singkat itu sendiri, atau untuk melukiskan suatu sifat karakter dengan ringan sehingga ia menghentak dalam kilasan pemahaman yang langsung pada intinya.

Berikut bagian dari teks anekdot        :

Abstraksi adalah bagian di awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks. Biasanya bagian ini menunjukkan hal unik yang akan ada di dalam teks. 

Orientasi adalah bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang bagaimana peristiwa terjadi. Biasanya penulis bercerita dengan detil di bagian ini. 


Krisis adalah bagian dimana terjadi hal atau masalah yang unik atau tidak biasa yang terjadi pada si penulis atau orang yang diceritakan.


Reaksi adalah bagian bagaimana cara penulis atau orang yang ditulis menyelesaikan masalah yang timbul di bagian crisis tadi. 


Koda merupakan bagian akhir dari cerita unik tersebut. Bisa juga dengan memberi kesimpulan tentang kejadian yang dialami penulis atau orang yang ditulis. 

Contoh anekdot          :


***
Seorang Jendral Angkatan Darat bernama AB yang begitu OK ciyeee Sekaligus menyeramkan sedang duduk ditemani Seorang Jendral Marinir dan Angkatan Laut Laksamana, duduk untuk membahas siapa Tentara terbaik dan paling berani. Kemudian Komandan AB berdiri untuk mengumumkan kepada Groupnya " Prajurit saya paling terbaik di Dunia ".
Dan dua Komandan lainnya pun tidak mau kalah, masing-masing memanggil Prajurit terbaiknya.
Kemudian Komandan AB menyuruh anak buahnya " Aku ingin kalian pergi menuruni Tebing dan berenang di perairan 10 Mil penuh Ikan Hiu dan memanjat Tebing dan kembali dengan membawa sebuah Bola diatas Tebing tersebut! Cepat laksanakan! Bentak Komandan AB kepada Anak Buahnya. Segera kami laksanakan Komandan! Jawab kedua Prajurit tersebut tak mau kalah galaknya.
Kemudian ke dua Prajurit tersebut berenang sambil memukul Off Hiu dengan tangan kosong (keren banget nih Prajurit). Setelah berhasil melewati Ikan Hiu itu, kedua Prajurit tersebut mendaki mencapai Tebing dan berhasil membawa Bola dan kembali turun ke bawah dengan begitu cepat, lalu memberikan Bola tersebut kepada Komandannya (AB).
Ini Komandan kami telah berhasil membawa Bola ini (Dengan bangganya ke dua Prajurit tersebut). Lalu Komandan AB berkata " Kalian memang sangat Gentleman! Tetapi mengapa waktunya begitu cepat dari waktu yang ditentukan? Apakah sepulang dari mengambil Bola, kalian tidak bertemu Ikan Hiu lagi?
Lho! Bagaimana mau bertemu Ikan Hiu lagi, kami kan dari Tebing langsung menggunakan Parasut (ujar kedua prajurit tersebut tanpa rasa bersalah).
Komandan AB : Grrrr! Mengapa kalian membuat malu didepan rekan-rekanku, seharusnya kalian jangan bilang pakai Parasut (Sambil bisik-bisik ditelinga kedua Prajurit tersebut).


Wow! Gimana nih Pak? Katanya kedua Prajurit Bapak terbaik di Dunia? Prajuritnya saja tidak baik, bagaimana dengan Komandannya yah.

***
Untuk memperingati "Hari Pendidikan Nasional", Presiden Planet Keron didaulat menjadi guru kehormatan di suatu sekolah dasar unggulan. Sekolah dasar unggulan ini menjadi tempat belajar bagi siswa-siswa paling cerdas se antero negeri, tapi IQ yang tinggi mempunyai "cacat bawaan" yaitu siswa-siswa disini terkenal cerdas tapi bandel (nakal) luar biasa.

Para staff Presiden telah memperingatkan hal ini, tapi Presiden tetap bersikeras mengajar disana karena menurutnya lebih mudah mengajar siswa-siswa cerdas ketimbang siswa biasa. Beliau memilih mata pelajaran Kimia dasar dan pengajaran moral mengenai "Bahaya alkohol bagi kesehatan makhluk hidup", beliau memilih pengajaran praktek langsung. Maka dikumpulkanlah para siswa disuatu Lab Kimia, peralatan uji coba pun telah disiapkan berupa 2 gelas pirex dengan isi berbeda. 1 gelas diiisi air putih biasa, sedangkan gelas lainnya diisi oleh alkohol dengan kadar hampir 100%. Percobaan menggunakan 2 cacing tanah hidup, setelah puas dengan semua persiapan Presiden membuka pengajaran :

Presiden : "Selamat pagi anak-anak !"

Para siswa :
"PAGI BAPAK PRESIDEN !!"

Presiden :
"Anak-anak, bapak datang kemari kali ini bukan sebagai presiden kalian. Akan tetapi bapak sekarang berperan sebagai guru istimewa kalian, apa kalian mengerti?, kalau mengerti sebut bapak dengan Pak Guru!"

Para siswa:
"MENGERTI PAK GURUUUUU !!!"

Presiden/pak guru : "Baiklah mari kita mulai, bapak akan mengadakan sedikit percobaan. Setelah percobaan selesai, coba kalian simpulkan sendiri apa yang bapak coba sampaikan. 2 gelas ini isinya berbeda, gelas nomer 1 berisi air biasa dan gelas nomer 2 berisi alkohol murni, coba kalian perhatikan baik-baik !"

Percobaan dimulai dengan memasukan 1 cacing kedalam gelas yang berisi air, cacing itu menggeliat-geliat didalam air masih tetap hidup.

Para siswa :
"OOOHHH!!"

Presiden/pak guru memasukan cacing yang lain kedalam gelas yang berisi alkohol murni, cacing itu meronta-ronta dan akhirnya mati lemas dalam gelas

Para siswa :
"WOOOW!!"

Puas dengan reaksi para siswa, Presiden/pak guru mengeluarkan pertanyaan :

Presiden/pak guru:
" Nah anak-anak, percobaan telah selesai. Coba diantara kalian apakah ada yang bisa menyimpulkan isi pesan dari percobaan yang baru saja bapak lakukan?!, ada hadiahnya lo bagi yang bisa jawab"

Tiba-tiba dari arah deretan bangku paling belakang, seorang siswa laki-laki langsung berdiri menaiki meja dan mengacungkan jarinya ingin menjawab pertanyaan "pak guru":

Siswa pintar :
"SAYA!...SAYA DAPAT JAWAB PAK GURU!!!.....MINUM ALKOHOL DAPAT MENCEGAH KITA CACINGAN !!!"

Presiden/pak guru : "Wadoooh, tobaaattt !!!"

Mendengar jawaban Presiden langsung pingsan, para pengawalnya langsung bergerak menolong dan sebagian lagi sibuk "mengamankan" siswa yang tadi menjawab pertanyaan Presiden.

Wednesday, November 26, 2014

Teks Prosedur Kompleks



Teks prosedur dapat berupa teks yang menunjukkan sebuah proses dalam membuat atau mengoperasikan sesuatu. Teks prosedur berfungsi untuk menggambarkan sesuatu dikerjakan melalui langkah-langkah yang tertentu. Pada dasarnya, teks prosedur mempunyai struktur sebagai berikut.
1.      Tujuan : berisi tujuan dari teks (terkadang berupa judul). Dari teks prosedursubbab A, anda dapat mengetahui tujuannya, yaitu “menjelaskan cara pendaftaran siswa baru secara online”.
2.      Langkah-langkah : berisi tata urutan/cara dalam membuat atau melakukan sesuatu dalam teks prosedur. Dalam langkah-langkah pembuatan, biasanya menggunakan kata sambung seperti pertama, kemudian, setelah itu, akhirnya.
3.      Bahan : berisi bahan-bahan yang digunakan dalam membuat benda/sesuatu. Namun perlu diperhatikan, terkadang dalam teks prosedur bahan-bahan yang digunakan tidak disebutkan, tetapi disebutkan langsung pada proses. Contohnya: formulir pendaftaran dalam proses mendaftar di suatu sekolah.
Terdapat tiga kategori pembahasan pada isi suatu teks prosedur kompleks.
a.       Teks yang berisi cara-cara menggunakan alat, benda, ataupun perangkat lain yang sejenis. Contohnya, cara menggunakan komputer dan cara mengendarai mobil secara manual.
b.      Teks yang berisi cara-cara melakukan suatu aktivitas. Contohnya, cara-cara melamar pekerjaan, cara membaca buku secara efektif, cara-cara berolahraga untuk penderita sakit jantung.
c.       Teks yang berisi kebiasaan-kebiasaan atau sifat-sifat tertentu. Contohnya, cara-cara menikmati hidup, dan cara-cara melepaskan kebosanan.
d.      Penutup diisi dengan kalimat-kalimat yang seperlunya, tidak berupa kesimpulan. Bahkan, dalam contoh di atas penutup itu seperlunya saja, yakni terdiri atas dua kalimat. Seolah-olah kalimat tersebut hanya berfungsi sebagai penanda bahwa teks itu sudah selesai.
2. Kaidah Teks Prosedur Kompleks
Berikut beberapa kaidah yang berlaku pada teks prosedur kompleks.
a.       Oleh karena merupakan petunjuk, di dalam teks prosedur kompleks banyak dijumpai kalimat perintah. Bahkan, dalam contoh di atas, kalimat perintah itu pun digunakan sebagai anak judul, yakni sebagai berikut.
1) Bacalah peluang kerja
2) Carilah informasi sebanyak-banyaknya
3) Kesan pertama harus menggoda
4) Jangan asal
5) Tak perlu muluk-muluk
6) Perlu produktivitas tinggi
7) Jangan mudah tergoda
b.      Konsekuensi dari penggunaan kalimat perintah, banyak pula pemakaian kata kerja imperatif, yakni kata yang menyatakan perintah, keharusan, atau larangan. Contoh: bacalah, carilah, harus, jangan, perlu, tak perlu.
c.       Di dalam teks prosedur kompleks juga banyak digunakan konjungsi atau kata penghubung yang menyatakan urutan kegiatan, seperti dan, lalu, kemudian, setelah itu, selanjutnya. Kata-kata seperti itu hadir, juga sebagai konsekuensi dari langkah-langkah penggunaan sesuatu yang bersifat kronologis. Akibatnya, teks semacam itu menuntut kehadiran konjungsi yang bermakna kronologis pula.
d.      Dalam teks yang sejenis, banyak pula digunakan kata-kata penunjuk waktu, seperti beberapa menit kemudian, setengah jam. Kata-kata itu terutama banyak digunakan dalam resep makanan.
Mengidentifikasi Fungsi Kalimat dalam Teks Prosedur
            Berdasarkan fungsinya, ada tiga jenis kalimat dalam pemakaiannya seperti berikut.
1. Kalimat imperatif atau kalimat perintah
            Kalimat imperatif atau perintah adalah kalimat yang mengandung permintaan agar orang lain melakukan tindakan atau mengambil sikap tertentu sesuai dengan kata kerja yang dimaksud.
Contoh:
Isi dan serahkan formulir pendaftaran ke petugas!
2. Kalimat deklaratif atau kalimat pernyataan
            Kalimat deklaratif atau pernyataan adalah kalimat yang mengandung informasi tentang suatu hal untuk disampaikan kepada orang lain, agar yang bersangkutan memakluminya.
Contoh:
Proses pendaftaran siswa baru SMA dilakukan dengan cara online.
3. Kalimat interogatif atau kalimat tanya
            Kalimat interogatif atau tanya adalah kalimat yang berisi permintaan agar orang lain memberi informasi tentang sesuatu.
Contoh:
Dokumen apa saja yang harus dibawa ketika mendaftar di sebuah SMA?