Wednesday, December 19, 2012

Sinopsis "Habibie & Ainun"

"Habibie & Ainun" adalah salah satu film drama indonesia tahun 2012, yang pada rencananya akan di rillis tanggal 20 desember 2012, film ini di bintangi oleh Reza Rahardian, Bunga Citra Lestari,Tio  Pakusadewo.

Film ini adalah kisah tentang cinta pertama dan cinta terakhir, tenttang apa yang terjadi bila kita menemukan belahan hati kita. Kisah tentang Presiden ketiga Indonesia, B.J. Habibie dan ibu negara Ainun Habibie.
 Rudy Habibie seorang jenius ahli pesawat terbang yang punya mimpi besar: berbakti kepada bangsa Indonesia dengan membuat truk terbang untuk menyatukan Indonesia. Sedangkan Ainun adalah seorang dokter muda cerdas yang dengan jalur karir terbuka lebar untuknya. Dari beberapa catatan dan kisah-kisah yang admin baca, pada tahun 1962, dua kawan SMP ini bertemu lagi di Bandung. Habibie jatuh cinta seketika pada Ainun yang baginya semanis gula. Tapi Ainun, dia tak hanya jatuh cinta, dia iman pada visi dan mimpi Habibie. Mereka menikah dan terbang ke Jerman.
Punya mimpi tak akan pernah mudah. Habibie dan Ainun tahu itu. Cinta mereka terbangun dalam perjalanan mewujudkan mimpi. Dinginnya salju Jerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian serta godaan harta dan kuasa saat mereka kembali ke Indonesia mengiringi perjalanan dua hidup menjadi satu.
Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya.

sampai sekarang admin masih suka membayangkan kisah cinta mereka, mungkin kisah cinta mereka adalah salah satu kisah cinta yang masuk nominasi kisah cinta ter so sweet itu pun kalau ada nominasi kayak gitu hehehe.. ya saran admin sih biar gak penasaran mending kita nonton aja filmnya, admin juga mau buru-buru nonton, untuk yang nanti nonton silahkan berbagi keesan dan pesannya yah di coment post ini :)

Monday, December 10, 2012

Awirarangan, Kuningan, Jawa Barat


Awirarangan adalah kelurahan di kecamatan Kuningan, Kuningan, Jawa Barat, Indonesia. Awirarangan berasal dari dua kata yaitu awi dalam bahasa Sunda berarti bambu dan kata rarangan berarti terlarang. Awirarangan adalah salah satu kelurahan di kecamatan Kuningan, jadi wilayah ini dikepalai oleh seorang lurah. Sebagai aparatur negara lurah dibantu oleh kepala dusun, aparatur kelurahan dan hansip. Satu dusun atau kampung biasanya merupakan satu RW (Rukun Warga) yang membawahi beberapa RT (Rukun tetangga). RW dipimpin oleh Ketua RW dan RT dipimpin oleh Ketua RT. Wilayah kelurahan Awirarangan berbukit - bukit. Keadaan iklim kelurahan Awirarangan dipengaruhi oleh iklim tropis dan angin muson, dengan temperatur bulanan berkisar antara 18° C - 32° C serta curah hujan berkisar antara 2.000 mm - 2.500 mm per tahun. Pergantian musim terjadi antara bulan November - Mei adalah musim hujan dan antara bulan Juni - Oktober adalah musim kemarau. Orang-orang kelurahan Awirarangan banyak diantaranya yang berprofesi sebagai pedagang di Pasar Baru Kuningan, dari mulai toko kelontong, daging segar , pakaian, furniture sampai makanan. Hanya kurang dari separuhnya yang menjadi petani, Seperti daerah lainnya di Kuningan, kebanyakan pertanian yang berkembang adalah tanaman padi dan palawija, Tidak banyak hasil perkebunan yang berasal dari kelurahan Awirarangan, karena hampir 80% wilayahnya merupakan pemukiman penduduk. Kelurahan Awirarangan dikenal sebagai daerah pemukiman terpadat di Kuningan. Hasil perkebunan biasanya berasal dari pekarangan rumah seperti:pisang, mangga dan rambutan. Penduduk kelurahan Awirarangan berjumlah 7310 orang, terdiri dari:
  • 3756 orang laki-laki
  • 3554 orang perempuan
95% beragama Islam yang lainnya beragama Kristen dan Budha. Dominasi pekerjaan penduduk Kelurahan Awirarangan yaitu sebagai petani, PNS , wiraswasta dan sebagainya.
Sekolah dasar yanga ada di kelurahan Awirarangan antara lain:
  • SDN Awirarangan I (terletak di Jl. Eyang Weri No. 11)
  • SDN Awirarangan II (terletak di Jl. Eyang Weri No. 11)
  • SDN Awirarangan III (terletak di Jl. Jend. Sudirman No. 117)
  • SDN Awirarangan IV (terletak di Jl. Eyang Weri )
  • MI (Madrasah Ibtidaiyah) Cokroaminoto (Jl. Ir. H. Juanda)
Jenis Kesenian yang khas dan berkembang di kelurahan Awirarangan yaitu :
  1. pantun buhun (45% Penduduk Awirarangan masih menguasai)
  2. Pencak Silat Cimande (80% penduduknya terutama pemuda & pemudinya menguasai ilmu seni bela diri tersebut)
Kelurahan Awirarangan terletak dekat dengan Pasar baru sehingga seluruh angkot yang ke Pasar baru melewati jalan kelurahan Awirarangan. Ada tiga angkutan umum yang melewati jalan raya kelurahan Awirarangan yaitu:
  • angkot 03 jurusan Pasar baru-Cirendang
  • angkot 06 jurusan Pasar baru-Kertawangunan
  • angkot 07 jurusan Pasar baru-Lengkong
  • angkot 01 jurusan Pasar baru-Kadugede

Arip Hidayat: Sosiolinguistik

Arip Hidayat: Sosiolinguistik: Sosiolinguistik menempatkan kedudukan bahasa dalam hubungannya dengan pemakaian di dalam masyarakat. Ini berarti bahwa “Sosiolinguist...

cakra khan-harus terpisah

download cakra khan-harus terpisah http://www.ziddu.com/download/21080717/cakrakhan-harusterpisah.mp3.html

Monday, November 26, 2012

#INSPIRASI MAU SEHAT ??? MULAILAH BERPIKIRAN POSITIF

Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Seringkali kita mendengar ungkapan tersebut, tapi bagaimana kita mendapatkan tubuh dan jiwa sehat tersebut ???

Salah satu hal yang patut dan wajib kita jaga agar jiwa dan tubuh ini selalu sehat salah satunya dengan selalu berpikiran positif. terlihat sepele namun pikiran positif justru menjadi s

alah satu syarat utama hidup sehat.

Coba bayangkan betapa menderitanya orang yang selalu berpikiran negatif atau seringkali kita sebut dengan suudzon. Dalam kepalanya selalu dihantui oleh pikiran-pikiran yang akan membuatnya hidup tidak tenang pada akhirnya akan membawanya pada kondisi stress yang akan melemahkan tubuh kita.

Lalu bagaimana cara kita agar dapat selalu berpikiran positif ???

1. Pandai-pandailah bersyukur terhadap apa yang kita terima
2. Jadikan gosip atau omongan tidak sedap yang hadir pada kita sebagai motivasi untuk lebih maju
3. Terbuka terhadap kritik dan saran yang membangun
4. Miliki obsesi, tujuan dan cita-cita hidup yang jelas sesuai dengan bakat dan kemampuan kita.
5. Lihatlah masalah yang datang sebagai tantangan bukan jadi boomerang. masih banyak diluaran sana yang punya masalah lebih bereat dari kita.
6. Kita ingin dihargai ??? mulailah belajar menghargai orang lain. posisikan mereka pada posisi kita yang layak dihargai.
7. Sibukkan diri kita pada kegiatan yang positif sehingga tidak memberikan ruang pada pikiran negatif melanda.
8. Banyak membaca , mendengar cerita, melihat acara TV atau browsing di Internet cerita-cerita atau ungkapan yang dapat memotivasi.
9. Bergaul dengan orang yang baik, membuat hidup akan terpengaruh ke arah yang baik, begitu pula sebaliknya.
10. Luangkan waktu untuk merenung, evaluasi apa yang telah kita kerjakan pada waktu-waktu sebelumnya.
11. Berpikir matang sebelum berucap ataupun bertindak, jangan buat diri kita menyesal atas apa yang kita kerjakan setelahnya.
12. Yang paling utama yakin bahwa apa yang kita kerjakan selalu ada yang mengawasi yaitu TUHAN kita. Sehingga dapat menjadi kontrol diri sebelum berbuat suatu hal.

Segala sesuatu yang kita perbuat selalu bersumber dari dalam pikiran kita sendiri. Pikiran akan mendorong setiap perbuatan yang akan kita lakukan dan setiap yang kita kerjakan akan memberikan dampak pada hidup kita sendiri. Karena itu sudah seharusnya kita menjauhi pikiran negatif dalam diri kita agar tidak terjerumus kedalam dampak negatif yang dapat merusak kesehatan jiwa.

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Setuju Silahkan KLIK "LIKE" & "SHARE"

Saturday, November 24, 2012

Keindahan Telaga Warna Dieng


Dieng adalah kawasan dataran tinggi di Jawa Tengah, yang termasuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Letaknya berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Wilayah dieng terbagi menjadi dua yaitu Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara dan Dieng ("Dieng Wetan"), Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Wilayah ini merupakan salah satu wilayah paling terpencil di Jawa Tengah. Dataran tinggi dieng  memiliki kekayaan alam dan kekayaan budaya yang sangat luar biasa. Salah satu ikonnya adalah Telaga Warna, telaga jelita dengan hutan lindung yang masih perawan di sekelilingnya.
Memasuki kawasan dataran tinggi Dieng saya sudah merasakan hawa dingin yang sangat ekstrim, angin kencang super dingin yang semakin siang dinginnya malah semakin menusuk tulang. Switer yang tebal saja masih terasa dinginnya. Jangan coba-coba wisata di Dieng tanpa membawa baju hangat. Cuaca yang sedikit mendung, semilir angin yang sepoi-sepoi dipadu dengan kicauan burung di tengah lautan Dandelion atau Randa Tapak merupakan sebuah nyanyian alam yang senantiasa menunjukkan kesempurnaan harmoninya. Ini bukan sebuah ungkapan belaka, namun sebuah kenyataan yang bisa ditemukan tumbuh liar di sepanjang  jalan setapak  kawasan telaga warna. Tanaman ini juga banyak tersebar di sekitar Museum Kaliasa, Padang Rumput Dekat Komplek Candi Dieng dan tempat-tempat lainnya.
Dataran Tinggi Dieng berada di 2093 meter di atas permukaan laut. Nama Dieng sendiri dari kata Di Hyang yang berarti Negeri Para Dewa (Abode the Gods). Memang di masa jaman dulu Dieng merupakan pusat peradaban Hindu, katanya lebih dari 400 candi yang dibangun pada sekitar abad 8 dan 9 ditemukan, tapi sayang sampai hari ini hanya 8 candi yang masih utuh. Kawasan Dieng juga memiliki banyak sekali tujuan wisata. Jadi kalau hanya 1 hari disana rasanya kurang, berhubung liburan saya juga terbatas jadi saya hanya ke tempat-tempat yang jadi highlight Dieng yaitu kawasan candi arjuna, kawah sikidang dan tujuan utama saya yaitu telaga warna.
Telaga Warna yang memang jadi tujuan utama liburan kali ini, suasananya yang teduh karena tertutup Pepohonan Hijau cocok bagi para Wisatawan untuk melepas lelah setelah berkeliling ke obyek wisata Dieng lainnya. Selain itu Warung Makan, Pusat Jajanan dan Oleh-oleh juga banyak bertebaran disekitar Obyek Wisata ini, saya berkeliling menjelajahi tempat wisata dengan menggunakan sepeda motor yang memang saya gunakan sejak dari kuningan, bila tidak membawa kendaraan bermotor untuk menuju tempat-tempat wisata di Kawasan Dieng bisa naik ojek yang banyak mangkal atau sewa motor yang biasanya disediakan oleh beberapa penginapan, sedikit bocoran untuk yang ingin menyewa motor biayanya Rp. 40.000 untuk satu motor, sedangkan untuk naik ojek dikenakan biaya sebesar Rp. 50.000 untuk keliling dieng (maksimal 4 tempat wisata), jadi jangan khawatir bila kalian tidak membawa sepeda motor/kendaraan lainnya. Untuk masuk ke kawasan wisata dieng dikenakan tiket masuk Rp. 10.000 (obyek wisata kawah sikidang dan candi arjuna), Rp. 6.000 (obyek wisata telaga warna dan telaga pengilon). Kalau untuk biaya penginapan saya kurang tahu karena saat saya berlibur ke dieng saya tidak menginap alias PP.
Melihat Telaga Warna yang hijau toska benar-benar menakjubkan seperti memasuki dunia khayalan penuh misteri, ditambah dengan sulur-sulur akar pohon menjulur ke tengah telaga terlihat layaknya seekor naga. Menurut mitos yang beredar di masyarakat yang kebetulan saya temui di kawasan telaga warna, dahulu ada selendang milik seorang bidadari jatuh ke dalam telaga, sehingga mengakibatkan warna-warni di telaga tersebut. Tapi secara ilmiah Telaga Warna adalah danau vulkanik yang berisi air bercampur dengan belerang, jika kena sinar matahari akan memantulkan warna karena kandungan mineralnya. Bahkan saya beberapa kali melihat letupan air mendidih di tengah telaga. Bagi yang suka narsis, foto dari berbagai angle pun hasilnya fantastis loh. Katanya 20 tahun yang lalu warnanya bisa hijau, biru, merah, dan hitam. Tapi sekarang hanya tinggal hijau saja hanya yang membedakn adalah kecerahan warnanya. Nggak tahu kenapa bisa begitu.  Masih di area Telaga Warna ada Telaga lain yaitu Telaga Pengilon yang dalam bahasa Jawa Ngilo artinya berkaca atau bercermin. Mitosnya jika seseorang berkaca di telaga tersebut akan terlihat tampan atau cantik jika dia berhati baik, sebaliknya akan terlihat jelek kalau berhati busuk. Itu hanya mitos dan faktanya cantik atau jelek sama saja ko hehehe
Saya diberitahu oleh masyarakat setempat tentang trik untuk menikmati keindahan telaga ini. Di pintu belakang telaga terdapat sebuah jalan setapak menanjak ke arah salah satu bukit yang memagari telaga. Jalan tanah ini sangat sempit, hanya cukup untuk dilewati satu orang saja jadi saat itu saya seperti sedang ular-ularan dengan pengunjung lain atau tepatnya berbaris ke belakang hehehe. Tanjakannya memang tidak begitu terjal, namun cukup licin mengingat kawasan Dieng sering dilanda hujan. Beberapa ratus meter mendaki, sampailah di puncak bukit dengan pemandangan yang akan membuat siapa saja terpesona saat melihatnya. Di bawah sana, telaga warna terhampar indah dikelilingi oleh rimbunnya hutan. Air di pinggir telaga berwarna ungu cantik, bergradasi dengan warna hijau di tengah, dan hijau pucat di pusat telaga padahal pas di bawah hanya warna hijau yang saya lihat. Di ujung sebelah sana, sebuah padang rumput sempit memisahkannya dengan telaga jernih yang disebut Telaga Pengilon atau telaga yang bisa dipakai untuk berkaca. Jauh di depan, ada barisan perbukitan dari Gunung Prau dan Gunung Pakuwaja berderet memutar, membentuk pagar betis yang seolah melindungi dua telaga jelita ini dari siapa saja yang ingin merusaknya.
Beberapa foto liburan saya:







Monday, November 19, 2012

Jika engkau



Jika engkau
 adalah sebias terang
Selamatkan aku dari kelam yg malang
Membawa kedamaian dalam petang
Dalam terang yang nyaris hilang
Walau sinarnya tak semegah pelangi
Namun mampu menjadi lentera hati

Jika engkau
Adalah senja sore tadi
yang tenangkanku dalam gelisah
hilangkan seluruh resah
dalam gemelut hidup ini

jika engkau
adalah pelangi dalam malamku
izinkan aku melihatmu seorang diri
tanpa para pencaci

jika engkau
adalah melodi senandung hidupku
maka lantunkanlah walau syahdunya
tak seindah kumandang ayat-ayat suci
dendangkan iramanya
walau hanya hati yang mendengar

jika engkau
adalah krayon dalam hariku
isilah kanvas putihku
dengan kisah bersamamu

jika engkau
adalah pelabuhan terakhirku
maka ciptakanlah alur yang indah
walau badai harus menerpa dulu
buatlah ending pelayaran cintaku bahagia

hembusan angin kali itu
memainkan dedaunan yang mengiringi senandung cinta kita
dan suara rintik hujan yang jatuh
laksana irama pelengkap melodi nyanyian riang
sungguh aku mencintai engkau
yang selalu menjadi apa yang melengkapiku.
(Buah Karya Lia Handiyanti)
Awirarangan,18 november 2012


Friday, November 16, 2012

kisah seorang ibu tua


Terlalu banyak keluhan atas masalah yang datang, namun apa keluhan mampu menyelesaikan masalah? dari sekian banyak masalah yang saya hadapi, mungkin kalian pernah mengalami masalah yang lebih banyak dan berat dari pada masalah saya, namun apa keluhan bisa menyelesaikannya? yang saya rasakan, keluhan tak pernah menyelesaikan masalah yang saya hadapi tetapi malah menambah masalah yang saya hadapi, ketika saya bertemu dengan seorang ibu tua di sebuah jalan (ntah jalan apa namanya, saya benar-benar tidak tahu), ibu tersebut sedang menggendong anaknya yang mungkin perkiraan saya berusia 6 tahun, ibu itu dengan susah payah berjalan langkah demi langkah menggendong anak yang beratnya mungkin cukup berat untuk digendong oleh seorang perempuan tua yang dari fisiknya bisa ditebak umurnyya sekitar 70 tahunan, ketika saya berpapasan percis di samping saya, saya mendengar anak itu merengek kelaparan, tanpa berpikir panjang saya memberikan roti yang saya bawa dari rumah kepada ibu ua tersebut untuk diberikan kepada anaknya ntah cucunya saya masih belum tahu percis, setelah ibu tua itu menerima roti dari saya, kami mencari tempat untuk duduk di pinggiran jalan tersebut, kami berbincang-bincang lebar, ternyata anak yang digendongnya tersebut adalah cucunya yang di tinggal pergi oleh ibunya, ibu tua itu sakit dan ia berusaha kuat untuk tetap berjalan menyusuri jalanan ibu kota untuk mencari anaknya sambil menggendong cucunya, sungguh malang nasib mereka, saya tak bisa berbuat banyak saat itu, saya hanya bisa membantu sedikit agar mereka tidak kelaparan, meski ibu tua itu sempat menolak namun melihat keadaan cucunya akhirnya ia menerimanya, waktu yang harus segera memisahkan saya dengan mereka, namun saya berharap semoga ibu tua itu cepat bertemu anaknya dan bisa menjalankan pengobatan agar ia sembuh, ia rela berkorban menahan rasa sakitnya untuk rasa rindu cucunya terhadap ibunya yang ntah kemana, dengan keyakinannya ia terus berjalan menelusuri jalanan ibu kota untuk mewujudkan rasa rindu cucunya. Menurut saya cobaan ibu tua tersebut cukup membuat hati saya tersentuh, bagaimana bila kita ada di posisi ibu tua tersebut, dalam keadaan sakit kita harus berjuang untuk cucu kita, disana terlihat suatu pengorbanan seorang ibu tua untuk cucunya yang begitu besar, ia tidak memperdulikan apa yang ia rasa, namun ia mengutamakan kebahagiaan cucunya walau pencariaannya itu mungkin tidak akan menemukan hasil namun ia tetap yakin suatu saat cucunya akan bisa ia bawa berrtemu ibunya.

Dalam hidup kita memang di tuntut untuk bijak, bijk dalam bertindak, bijak dalam menentukan pilihan, bijak dalam berucap dan bijak dalam berpikir, semoga dengan semua kejadian dihidup ini kita bisa mengambil hikmahnya, bukan mengambil buruknya namun mengambil apa yang bisa membuat kita lebih baik..
kuningan, 13 nov 2012 18:35:27